Jakarta kembali disorot oleh sederet kasus kriminal yang muncul hampir bersamaan, mulai dari penusukan petugas PPSU, pengungkapan peredaran narkotika di tempat hiburan malam, dugaan prostitusi anak yang menyeret WNA Jepang, hingga langkah kepolisian membentuk tim khusus untuk memburu begal. Di tengah rangkaian peristiwa itu, Polda Metro Jaya menegaskan bakal bergerak lebih agresif dalam menekan kejahatan jalanan yang makin meresahkan warga.
PPSU Bidara Cina Ditusuk Usai Menegur Pengunjung
Seorang petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, bernama Endri (52), menjadi korban penusukan setelah menegur seorang pengunjung di area kantor kelurahan. Peristiwa itu terjadi saat Endri mencoba mengingatkan pelaku yang hendak menuju Kantor Kelurahan Bidara Cina di Jakarta.
Insiden ini menambah daftar kekerasan yang dialami petugas lapangan saat menjalankan tugas sehari-hari. Teguran yang semestinya menjadi bagian dari pengamanan lingkungan justru berujung aksi brutal yang melukai korban.
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal
Di sisi lain, Polda Metro Jaya membentuk Tim Pemburu Begal untuk menindak para pelaku kejahatan jalanan yang selama ini membuat masyarakat waswas. Tim ini disiapkan bekerja selama 24 jam penuh agar respons kepolisian terhadap aksi begal bisa lebih cepat dan terarah.
Pembentukan tim tersebut menjadi sinyal bahwa kepolisian tak ingin memberi ruang bagi para pelaku yang kerap beraksi di jalanan ibu kota. Langkah ini juga menunjukkan peningkatan fokus aparat terhadap keamanan publik, terutama pada kejahatan yang menyerang langsung rasa aman warga.
Kasus Narkoba dan Dugaan Prostitusi Anak Ikut Disorot
Selain kejahatan jalanan, aparat juga mengungkap kasus lain yang tak kalah serius. Lapas Kelas I Cipinang bersama Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Mabes Polri berhasil membongkar peredaran ekstasi dan vape yang mengandung etomidate di dua tempat hiburan malam di Jakarta Barat.
Sementara itu, Polda Metro Jaya juga masih mendalami dugaan keterlibatan seorang warga negara asing (WNA) asal Jepang dalam kasus prostitusi anak di bawah umur. Penanganan perkara ini melibatkan Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO), bersama Direktorat Siber Polda Metro Jaya.
Komplotan Jambret di Tamansari Positif Sabu
Kasus lain datang dari Tamansari, Jakarta Barat. Komplotan spesialis jambret kalung emas yang berhasil diamankan polisi ternyata positif mengonsumsi sabu. Dari enam orang yang diperiksa, hasil tes urine menunjukkan mereka terpapar narkoba jenis tersebut.
Temuan ini memperkuat dugaan bahwa aksi kriminal jalanan kerap berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika. Dalam satu rangkaian peristiwa, aparat kini dihadapkan pada pekerjaan ganda: menekan kejahatan di jalan sekaligus membongkar jaringan yang berada di belakangnya.
Source link
