Jakarta — Ambisi Indonesia mengejar pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen tidak bisa dilepaskan dari cara negara mengelola energi. Dalam forum MPR RI Goes to Campus di Universitas Bakrie, Jakarta, Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menegaskan bahwa target besar menuju Indonesia Emas 2045 harus ditopang oleh perubahan arah pembangunan yang lebih serius ke energi terbarukan.
Transisi energi dinilai jadi kunci pertumbuhan
Eddy mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan bertahan lama jika Indonesia masih bergantung pada energi fosil. Menurut dia, ketergantungan itu justru membuat ekonomi rentan terhadap gejolak harga energi, sementara dampak perubahan iklim terus menekan berbagai sektor. Bencana alam dan polusi udara, kata Eddy, sudah menjadi risiko nyata yang pada akhirnya ikut mengganggu stabilitas ekonomi nasional.
Karena itu, ia mendorong agar strategi pembangunan tidak lagi hanya mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga memastikan fondasi energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Dalam pandangannya, akselerasi transisi energi bukan sekadar agenda lingkungan, melainkan bagian dari upaya menjaga daya tahan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.
Hak atas lingkungan sehat disebut sebagai mandat konstitusi
Dalam penjelasannya, Eddy juga mengaitkan isu transisi energi dengan konstitusi. Ia menyinggung Pasal 28H ayat 1 UUD 1945 yang menjamin hak setiap orang untuk hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, serta memperoleh lingkungan hidup yang baik dan sehat. Dari sana, transisi energi disebutnya sebagai bagian dari kewajiban negara untuk memastikan hak tersebut benar-benar terpenuhi.
Eddy menekankan bahwa negara tidak cukup hanya berbicara soal pembangunan ekonomi, tetapi juga harus hadir dalam memastikan warga mendapat lingkungan yang sehat. Dengan begitu, kebijakan energi tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari tanggung jawab konstitusional kepada masyarakat.
Pembangunan dan lingkungan tidak bisa dipisahkan
Pernyataan Eddy di Universitas Bakrie memperlihatkan satu garis tegas: target pertumbuhan ekonomi 8 persen hanya akan masuk akal jika Indonesia berani mempercepat transisi menuju energi terbarukan. Dalam kerangka itu, pertumbuhan, kesehatan lingkungan, dan ketahanan ekonomi dipandang sebagai satu paket yang tidak bisa dipisahkan begitu saja.
Source link
