Ammar Zoni dan Rekan Minta Hadir di Sidang PN Jakpus

Date:

Ammar Zoni dan Rekan Minta Hadir Langsung di Sidang PN Jakpus

Sidang perkara dugaan peredaran narkotika di Rutan Salemba, Jakarta Pusat, kembali menyisakan satu permintaan penting dari para terdakwa. Ammar Zoni bersama rekan-rekannya meminta agar majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menghadirkan mereka secara langsung dalam persidangan, bukan lagi melalui sambungan daring.

Permintaan itu disampaikan Ammar Zoni sebelum pembacaan dakwaan pada sidang di PN Jakpus, Kamis. Ia menilai sidang yang digelar secara virtual sebelumnya belum memberikan ruang yang memadai untuk menjelaskan duduk perkara. Karena itu, ia berharap bisa hadir langsung di hadapan majelis hakim dan memberikan keterangan secara utuh sesuai yang dibutuhkan pengadilan.

Ingin Meluruskan Pemberitaan yang Dinilai Tak Sesuai

Dalam sidang tersebut, Ammar Zoni juga menyinggung pemberitaan yang beredar tentang dirinya. Menurutnya, sejumlah informasi yang muncul di publik tidak sesuai dengan fakta yang ia ketahui. Dengan hadir secara langsung di PN Jakarta Pusat, ia berharap dapat menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi tanpa perantara layar dan sambungan internet.

Sidang perdana kasus ini sebelumnya memang digelar secara daring lantaran para terdakwa saat ini berada di Lapas Nusakambangan. Persidangan dibuka untuk umum dan berlangsung lancar, dengan para terdakwa mengikuti jalannya sidang melalui zoom. Dari pihak terdakwa, hanya penasihat hukum Ammar Zoni yang hadir langsung di ruang sidang.

Sidang Dimulai Tanpa Kehadiran Langsung Terdakwa

Dalam perkara ini, bantuan hukum juga disiapkan untuk terdakwa lain karena ancaman pidana yang dihadapi lebih dari 15 tahun. Sidang pada Kamis itu dimulai sekitar pukul 10.20 WIB, namun keenam terdakwa tetap tidak hadir secara fisik di ruang sidang. Situasi inilah yang kemudian membuat permintaan Ammar Zoni dan kawan-kawan menjadi sorotan di awal persidangan.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Share post:

Subscribe

Popular

Terbaru
Terbaru

Harris Arthur Hedar Kembali Posisi Komisaris Independen WIKA

Harris Arthur Hedar Kembali Dipercaya Jabat Komisaris Independen WIKA Pada...

Raperda DKI: Melawan Kekerasan Terhadap Perempuan

Gubernur DKI Jakarta Tekankan Pentingnya Raperda untuk Pelindungan Perempuan Jakarta...

Kasus Bea Cukai: KPK Buka Peluang Jerat Pengusaha Rokok

KPK Mendalami Konstruksi Hukum Terkait Dugaan Pemberian Uang dari...

Penanganan Kriminal dan Peredaran Narkoba: Dari Lapas hingga Parkir Liar

Peristiwa Kriminal di Jakarta: Dari Peredaran Narkoba di Lapas...