Pontianak, Media Kalbar
Di tengah suasana halal bihalal, Partai Golkar Kalimantan Barat sekaligus mengirim sinyal politik yang tegas menjelang Pilkada Serentak 2024-2029. Agenda konsolidasi yang digelar DPD Partai Golkar Provinsi Kalbar di Gedung Zamrud Khatulistiwa, Selasa (16/4/2024), bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga momentum menyatukan langkah kader menghadapi pertarungan politik di daerah.
Maman Tegaskan Peran Sebagai Suara Kalbar di Pusat
Dalam sambutannya, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kalbar, Maman Abdurrahman, menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga dan menyuarakan kepentingan masyarakat Kalbar di tingkat pusat. Ia menyebut posisi yang diembannya harus menjadi jembatan aspirasi warga Kalbar, bukan sekadar jabatan politik.
Maman juga menyinggung peluang dirinya untuk maju sebagai Calon Gubernur. Meski memiliki hak untuk itu, ia menegaskan tidak ingin menempatkan kepentingan pribadi di atas kepentingan partai dan masyarakat. Karena itu, ia memilih memberi ruang kepada kader-kader Golkar lain yang dinilai layak untuk tampil, di antaranya H. Ria Norsan, Prabasa Anantatur, Adrianus Asia Sidot, Martin Rantan, dan Suma Jenny.
Golkar Bidik Posisi Teratas di Pilgub
Menurut Maman, target Partai Golkar dalam Pilgub sangat jelas: meraih posisi nomor satu atau memenangkan kursi Gubernur Kalbar. Ia menekankan bahwa kekuatan partai harus diarahkan pada kemenangan, bukan sekadar meramaikan kontestasi.
Di sisi lain, Ketua Dewan Pertambangan DPD Partai Golkar Kalbar, H. Ria Norsan, menyampaikan doa agar Maman Abdurrahman kelak menjadi Menteri. Pernyataan itu muncul di tengah suasana kebersamaan kader yang sedang memantapkan langkah politik mereka.
Ria Norsan Siap Ditugaskan Partai
Norsan juga menyatakan kesiapannya maju sebagai Gubernur apabila memang mendapat tugas dari Partai Golkar. Ia mengaku telah menjajaki sejumlah partai politik sebagai bagian dari persiapan menghadapi dinamika Pilkada. Sementara itu, Golkar Kalbar juga akan melakukan survei terhadap kader-kader yang akan bertarung di 14 kabupaten/kota. Langkah ini menjadi bagian dari upaya partai membaca kekuatan elektoral sebelum menentukan strategi akhir.
(Amad)
Source link
