Srikandi PLN Babel turun tangan bersihkan pesisir, dorong aksi nyata jaga lingkungan
Peringatan Hari Lingkungan Hidup internasional di Bangka Belitung tak berhenti pada seremoni. Srikandi PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Bangka Belitung memilih turun langsung ke lapangan, bergabung bersama pemerintah daerah, komunitas peduli lingkungan, warga, hingga pelajar untuk membersihkan sampah di kawasan pesisir. Aksi ini digelar di sepanjang Pantai Koala Jembatan Emas dan Muara Tebo, kampung nelayan di Sungailiat, Senin.
Aksi bersih pesisir jadi bagian dari komitmen perusahaan
Srikandi PLN UIW Babel, Rudang Elseria Sinaga, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan yang memang sudah masuk dalam visi Srikandi PLN dan dituangkan ke dalam program kerja bidang sosial kemasyarakatan. Menurut dia, kepedulian terhadap lingkungan bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan wujud nyata dukungan terhadap komitmen PLN dalam aspek ESG atau Environmental, Social and Governance.
Dalam kegiatan itu, keluarga besar PT PLN Babel bersama para pemangku kepentingan dan komunitas terkait bergotong-royong mengumpulkan sampah, memilahnya, serta memberikan edukasi kepada pelajar yang ikut menjadi relawan. Keterlibatan para siswa menjadi salah satu sorotan, karena aksi ini tidak hanya berfokus pada pembersihan area pantai, tetapi juga membangun kesadaran sejak dini soal pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Gerakan serentak untuk dorong budaya peduli lingkungan
Srikandi Champion PLN UIW Babel, Yuli Ashaniais Ramadani, menjelaskan bahwa program tersebut juga merupakan bagian dari green employee involvement, yakni gerakan yang melibatkan seluruh insan PLN Grup untuk aktif menjaga kelestarian lingkungan hidup. Program itu dijalankan serentak di berbagai wilayah di Indonesia sebagai bentuk konsistensi perusahaan dalam mendukung agenda keberlanjutan.
Yuli menegaskan, melalui kegiatan seperti ini Srikandi PLN ingin ikut mendorong target pengurangan emisi menuju net-zero emission (NZE) 2060 sekaligus mendukung transisi energi yang lebih ramah lingkungan. Setelah terkumpul, sampah yang dihasilkan dari aksi bersih-bersih itu kemudian dipilah dan dimanfaatkan kembali agar memiliki nilai guna dan nilai ekonomis bagi masyarakat.
Pesan untuk generasi berikutnya
Di akhir kegiatan, Yuli menyampaikan apresiasi kepada para relawan, pemerintah, pelajar, dan masyarakat yang ikut terlibat. Ia berharap gerakan sederhana seperti ini tidak berhenti pada satu momentum peringatan, melainkan menjadi kebiasaan bersama dalam merawat lingkungan. “Semoga aksi ini menjadi pemicu bagi kita untuk senantiasa menjaga lingkungan hidup untuk generasi yang akan datang,” ujarnya.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
